Ilustrasi : http://blogitext.com

Oleh : Rosyadi

|| Tak mampu melepasnya, walau sudah tak ada ||
|| Hatimu tetap merasa masih memilikinya ||
|| Rasa kehilangan hanya akan ada ||
|| Jika kau pernah merasa memilikinya ||
|| Pernahkah kau mengira kalau dia kan sirna ||
|| Walau kau tak percaya dengan sepenuh jiwa ||
|| Rasa kehilangan hanya akan ada ||
|| Jika kau pernah merasa memilikinya ||
(Memiliki Kehilangan-Letto)

Lirik diatas pastinya sudah tak asing lagi bagi kita, terutama bagi kita pecinta musik tanah air lebih-lebih mereka yang berasal dari Jogja atau sekitarnya. Yap, bener banget, lirik lagu diatas adalah penggalan lirik yang ditulis oleh Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang lebih dikenal dengan nama Noe Letto.

Memiliki kehilangan merupakan salah satu single grup band Letto pada diskografi album Don’t Make Me Sad yang release pada tahun 2007.

Oke kita gak bakalan banyak membahas tentang grup band Letto, tetapi kita akan lebih fokus kepada lirik dari “Memiliki Kehilangan” itu sendiri. Setiap musisi dalam menciptakan lagu pastinya memiliki suatu tujuan, entah itu merupakan ungkapan hati, ilustrasi, pesan, atau hanya sekedar untuk menghibur diri dengan menciptakan lirik-lirik romantis dan ceria.

Namun yang jelas selalu ada tujuan dibalik penciptaan suatu lagu, yaa gak mungkin kan musisi nyiptain lagu asal-asal bunyi doang. Dimulai dari lirik lagu di verse pertama yang tertulis seperti ini :

// Tak mampu melepasnya, walau sudah tak ada //
// Hatimu tetap merasa masih memilikinya //

Dari lirik tersebut jelas tergambar bahwa keadaan yang mungkin dirasakan dari orang yang sebenarnya telah kehilangan sesuatu hal, entah itu barang, kenangan, atau orang yang disayang sangat memprihatinkan, hal ini karena ada rasa yang terlanjur melekat dan terlanjur tak bisa hilang, sehingga masih tetap tak sanggup melepasnya dengan ikhlas walaupun sesuatu hal tersebut sudah tak ada wujudnya. Dilanjut dengan baris kedua, perasaan memiliki itu masih tetap ada walau sesuatu hal itu sudah tak ada lagi.

Kemudian masuk pada Reffrain lagu ini yang memperjelas dari kata-kata verse pertama yaitu :

// Rasa kehilangan hanya akan ada //
// Jika kau pernah merasa memilikinya //

Perasaan akan kehilangan sesuatu hal akan terus ada apabila kita merasa pernah memilikinya, ya gak? Paham kan dengan makna lirik ini? Sekilas memang hanya lirik, namun jika kita nalar sebenarnya lirik ini sudah sangat mewakili berbagai hal.

Contohnya saja, kita akan sangat merasa kehilangan bahkan akan sedikit “gila” jika kita kehilangan seseorang yang kita sayang, apalagi kalau kita kehilangan barang berharga seperti uang, emas atau perhiasan lain, atau mungkin kehilangan handphone dan alat elektronik lain.

Rasa kehilangan itu akan terus ada, selama kita masih “merasa”, “mengaku”, “mengklaim” bahwa itu milik kita, seandainya kita tidak punya rasa “memiliki”, “mengaku”, atau “mengklaim” bahwa sesuatu itu milik kita, maka perasaan kehilangan itu hampir dipastikan tidak akan ada, yang ada hanya mungkin sedikit penyesalan atau bahkan tidak ada sedikitpun.

Penegasan tentang hal ini terulang pada dua baris terakhir dari lagu tersebut, Reffrain lagu ini diulang sebagai sebuah penegasan bahwa perasaan kehilangan akan selalu ada bagi mereka yang pernah merasa memiliki. Jika kita relevansikan kepada kehidupan ini, akan banyak sekali kita lihat bahkan kita rasakan sendiri implementasi atau perwujudan dari makna lagu ini.

Sering kita lihat banyak orang yang terlarut dalam kesedihan ketika ditinggal oleh orang tersayang, ketika hartanya dirampok, dicuri, atau hilang entah dimana. Hal itu terjadi karena perasaan memiliki masih ada dalam diri mereka, lalu bagaimana jika kita asumsikan atau kita mempunyai pemahaman bahwa semua yang ada di dunia ini bukanlah milik kita melainkan titipan dari Sang Maha Segalanya?

Akan kah kita merasa kehilangan? Seberapa besar rasa kehilangan kita? Apakah lebih besar dari keadaan ketika kita tak mempunyai pemahaman itu? Tentu saja rasa kehilangan itu hanya seper sekian saja atau bahkan tidak ada karena kita menyadari dan memahami bahwa semua bukan milik kita.

Kontradiksi yang terjadi pada lirik lagu yang ditulis oleh Noe Letto ini terletak pada kosakata “Memiliki” dan “Kehilangan”, dua kata yang berbeda arti namun diposisikan bergabung beriringan atau tidak terpisah. Jika dipisah, makna yang terkandung dari kata “memiliki” adalah mempunyai sesuatu hal yang entah apa itu bentuknya, sedangkan kata “kehilangan” berkontradiksi dengan kata”memiliki” karena “kehilangan” berarti sudah tidak mempunyai sesuatu, meskipun sesuatu tersebut pernah dimiliki.

Dalam bahasa kasar, “kehilangan” berarti sirnanya sesuatu yang pernah dimiliki karena adanya suatu hal. Namun ketika dua kata yang berbeda arti tersebut disatukan dalam satu maksud akan menjadi sesuatu yang sangat berbeda.

“Memiliki Kehilangan” memiliki makna yang dalam, yaitu suatu keadaan dimana perasaan memiliki tersebut muncul karena ada ssuatu rasa kehilangan, atau bisa diartikan bahwa yang dimiliki adalah rasa kehilangan itu sendiri. Bagaimana? Bingung?

Yah begitulah para penyair dan musisi melukiskan kata-kata. Meskipun begitu, ada satu pesan tersirat atau inti makna dari lagu ini yang dapat kita ambil.

Berdasarkan eksplorasi kata yang dapat digai dari lirik lagu ini, dapat diambil satu pesan yaitu Bahwa penghargaan tertinggi dari sesuatu hal yang kita miliki akan ada pada saat kita kehilangan, serta perasaan tidak memiliki akan meminimalisir rasa kehilangan yang terjadi, jadi pemahaman tentang “memiliki” yang sesungguhnya harus kita tanamkan agar kita tidak terlarut dalam perasaan kehilangan yang begitu dalam.

Salam pena dari pemikiran yang masih belum tertata, selamat membaca, selamat menggali makna dari setiap kata. (Ross)

Sumber : perahudjogja.blogspot.com

LEAVE A REPLY