Sholat bukan tentang gerakan takbir sampai salam. Tapi sholat adalah penghayatan angkat tangan ketika takbir sampai tersungkur di lantai tanah ketika sujud hingga menghadap kiri-kanan ketika salam. Sholat tidak merubah prilaku dengan gerakan, tapi melalui penghayatan.

**

GENAP 10 ORANG orang hadir pada pengajian semalam. Perihal sholat, ternyata 8 peserta pengajian memilih jujur bahwa sholat adalah beban berat yang dijalani, sedangkan 2 jamaah lainnya sudah pada pemahaman sholat pada level disukai bahkan menyenangi, dengan alasan sebagai penenang, dan penjaga diri.

Banyak alasan untuk tidak menyukai sholat, salah satu alasannya pada perpektif manfaat. Konon, sholat berguna untuk kesehatan, tapi sialnya olaraga lain juga sama persis dalam segi manfaat kesehatan.

Sholat berguna melindungi pelaku dari perbuatan keji dan mungkar, laah, realitas sekarang tak ada perbedaan orang sholat dan tidak, bahkan orang sekarang buayak sekali yang berbuat mungkar demi memerangi kemungkaran, toh sama mungkar kan?.

Imron Supriyadi, salah satu pegiat Pengajian Kali Musi (PKM) Palembang menjelaskan,shalat memang tak perlu disukai. Sebab hal yang disukai, artinya tak perlu penyuruhan.

Apalagi yang menyuruh itu Tuhan, sungguh tak bijaksana dan gagal paham bila Tuhan tetap menyuruh hambanya yang sudah suka melakukan sesuatu.

Suruhan itu ada bila terdapat perihal penolakan dan ketidaksukaan. Suruhan mendirikan sholat tentu karena ada rasa tidak mau sholat, dan pendapat mayoritas jamaah Kalimusi tidak suka sholat sudah benar sekali.

Ada perumpamaan sederhana tentang penolakan. Begini, pemuda hari ini banyak sekali pacaran bukan?. Pacaran artinya semacam perjanjian ikatan cinta kan?. Ketika laki-laki asyik bermain PS, dia lagi seru-serunya karena kemenangan.

Tiba-tiba ada dering telpon si wanita pujaan hati minta jemput. Dengan berat hati, laki-laki meninggalkan PS dan menghampiri motor menyemput untuk kekasih. Kenapa ini terjadi? Sebab lelaki membuktikan cinta pd wanita walau dia terpaksa. Sungguh, segala sesuatu dibenci namun tetap dilakukan adalah puncak dari cinta.

Harapannya, sholat adalah semacam jalan kekasih yang berat hati namun tetap saja melakukan penjemputan. Semua dilakukan demi CINTA.

Ilustrasi : Google Image

Perihal alasan cinta. Apa sebab dasar mencintai Tuhan?. Sederhana saja, ada eksperimen simple, coba detik ini juga berjalan ke kamar mandi dan duduk di lobang wc. Keluarkan hajat: beraklah.

Yakin, pasti tak ada yang dikeluarkan dari eksperimen itu, walau hal itu kau rencanakan, disiapkan, dan tentu kau maui. Berak hanya ada dan keluar pada ‘rasa’nya sendiri, tanpa perlu rencana, niat dan kemauan. Dia datang tiba-tiba saja. Tapi bila kita turuti hajat itu, tiba-tiba rasa plong, bebas, merdeka tanpa bisa didefenisikan dari apapun. Ini kepuasan sederhana sekaligus rumit.

Ke-plongan dari wc beda sekali keplongan main PS yang kita sukai bukan?
Sederhananya, kita mengatur berakpun tak bisa, mengatur rasapun juga, bila kita tidak pongah, bahwa ada yang mengatur dari apa yang sudah kita atur!, berak tadi misalnya.

Bolehkan mengenali dan mencintai pemilik alasan pengatur dari apa yang kita atur tadi. Berak adalah contoh sederhana sekaligus rumit. Lewat berak, Tuhan memberi kepuasaan, kemerdekaan sebelum kita pinta.

Ihwal nahi mungkar. Lakukanlah sholat setaat mungkin setiap hari. Yakinlah tak ada perubahan ihwal perbuatan.

Suasana Pengajian KAli Musi di Taman LPM Ukhuwah UIN Raden Fatah Palembang, Senin (23/12/2018) (Foto.Dok/PKM/Supardi)

Sholat bukan tentang gerakan takbir sampai salam. Tapi sholat adalah penghayatan angkat tangan ketika takbir sampai tersungkur di lantai tanah ketika sujud hingga menghadap kiri-kanan ketika salam. Sholat tidak merubah prilaku dengan gerakan, tapi melalui penghayatan.

Sholat semacam adap kepada Tuhan, bukan alasan untuk memerangi nahi mungkar, menghindari neraka, dan untuk masuk surga. Sholat adalah penyerahan dan menghayatan sehingga menyadari menghindari nahi mungkar. Sholat bukan sebatas gerakan 5 menit itu, tapi kehidupan secara utuh.

Akhirnya, sholat semacam kita sms, wa, atau menyapa kekasih. Sapaan itu penting guna hubungan lanjut, siapa tahu nanti berkat sms, wa, atau sapaan itu kekasih mempertimbangkan kita untuk sbg pelengkap hatinya. Sebab menjadi pendamping hati kekasih adalah keputusan otoritas dari kekasih itu sendiri. Kita hanya mampu menggoda, supaya masuk dalam pertimbangan.

Bila ini benar dari Tuhan yakni Allah, bila salah dari manusia yang banyak salah.

Dasarnya, Pengajian Kalimusi ini tidak memonopoli kebenaran apalagi kesimpulan. Bukan pula jawaban dari segala kerisauan. Ujungnya kita hanya mencari petunjuk untuk menemukan jalan lurus. Kalimusi bukan jalan lurus. Makanya tagline kita ‘ihdina shirotol mustaqim’.

Salam.

AHMAD SUPARDI

LEAVE A REPLY